Selasa, 25 Agustus 2009

Teknik Pembuatan Biogas

TEKNIK PEMBUATAN BIOGAS

I. Latar Belakang

Perkembangan kebutuhan energi di Indonesia cenderung meningkat.
Hal itu memicu terjadinya krisis bahan bakar, umumnya menggunakan
minyak bumi yang merupakan bahan bakar tidak terbarukan. Hal itu
menyebabkan harga bahan bakar jenis ini melambung tinggi. Kondisi
semacam ini memaksa kepada masyarakat untuk mencari energi alternatif.
Beberapa sumber energi yang tergolong terbarukan dan jumlahnya
cukup banyak serta ramah lingkungan, yaitu matahari, angin, panas bumi,
gelombang laut, dan biomassa. Bahan lain yang dapat dijadikan energi,
misalnya daun, dahan, dan ranting yang telah kering dan berserakan di kebun
dan hutan serta kotoran hewan. Semuanya merupakan sumber energi yang
belum maksimal pemberdayaannya. Sisa-sisa industri pertanian &
peternakan, perkebunan, dan kehutanan merupakan sumber energi alternatif
yang sangat potensial. Sumber energi itu dikenal dengan biomassa.
Masyarakat khususnya di Pedesaan merupakan pengguna energi untuk
keperluan rumah tangga.
Energi alternatif yang disebutkan di atas umumnya berada di pedesaan,
terutama biomassa termasuk kotoran hewan. Di pedesaan itupun tempat
keberadaan hewan piaraan, seperti sapi, ayam dan kambing, dll. Bahan ini
merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar
Biogas yang dapat mencukupi keperluan rumah tangga di pedesaan. Dan
keluaran dari hasil samping pengolahan Biogas akan digunakan sebagai
pupuk organik, yang dalam jumlah besar akan dapat berpengaruh terhadap
peningkatan hasil pertanian. Sehingga diharapkan terwujudnya suatu Desa
yang Mandiri Pangan dan Energi.
Berdasarkan pengamatan lapang selama ini maka dapat diidentifikasi
beberapa masalah/potensi, sebagai berikut:
1) Masyarakat Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Sampang
banyak yang memelihara ternak sapi. Kotoran hewan tersebut
dibuang begitu saja, meski sebagian digunakan sebagai pupuk
kandang.
2) Kotoran hewan merupakan biomassa yang dapat diubah menjadi
energi alternatif yang disebut gas bio.
3) Pengetahuan tentang pembuatan gas bio dari kotoran hewan
belum menyentuh masyarakat di pedesaan wilayah ini.
Ketika seseorang berbicara mengenai biogas, biasanya yang dimaksud
adalah gas yang dihasilkan oleh proses biologis yang anaerob (tanpa
bersentuhan dengan oksigen bebas) yang terdiri dari kombinasi methane
(CH4), karbon dioksida (CO2), Air dalam bentuk uap (H20), dan beberapa gas
lain seperti hidrogen sulfida (H2S), gas nitrogen (N2), gas hidrogen (H2) dan
This watermark does not appear in the registered version - http://www.clicktoconvert.com
Program Kementerian Pembangunan Daerah Tertingal Republik Indonesia Tahun 2009 2
jenis gas lainnya dalam jumlah kecil. Secara lebih singkat, biogas dapat
diartikan sebagai “gas yang diproduksi oleh makhluk hidup”. Pada modul
ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat dan mengkonsumsi hasil biogas
dengan mudah dan murah ini.

II. Tujuan Umum (Standart Kompetensi)
Tujuan kegiatan Pelatihan ini adalah untuk mendorong pemanfaatan
energi lokal untuk pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dengan
menciptakan lapangan kerja dan melatih masyarakat secara aktul dan faktual
dalam memecahkan permasalahan pembangunan yang kompleks secara
pragmatis dan disiplin ilmu di daerah tertinggal.
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah melakukan Pelatihan
pembuatan pembuatan energi biogas dan produk turunannya serta
menumbuhkembangkan sifat kemandirian masyarakat dalam usaha melepas
ketergantungan terhadap bahan bakar minyak di daerah tertinggal yang
mempunyai sentra peternakan sapi. Disamping itu, juga dapat digunakan
sebagai bahan bakar untuk memasak, alat penerangan dan kebutuhan
lainnya di daerah tertinggal sehingga setara dengan daerah lainnya..

III. Kompetensi Dasar (Tujuan Khusus)
Ø Peserta memiliki pengetahuan tentang Teknik Operasional
Pembuatan BioGas
Ø Peserta berkemampuan untuk membuat dan mengoperasikan
peralatan Biodigester serta memproduksi Biogas dengan hasil samping
Pupuk Organik berkualitas baik.
Ø Peserta mampu mengolah dan memanfaatkan limbah kotoran sapi dan
manusia serta limbah organik menjadi Energi Altrnatif sebagai bahan
bakar rumah tangga maupun penerangan serta pupuk organik untuk
tanaman.
Ø Peserta mampu menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat
daerah Tertinggal di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Sampang.
IV. Indikator
Peserta mampu membuat dan mengoperasikan instalasi biogas serta
mengaplikasikan ke kelompok masyarakat Pedesaan di Lokasi sasaran
Daerah Tertinggal Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Sampang.
V. Metode Pelatihan
Metode Pelatihan yang dipakai adalah Ceramah dan Diskusi dengan
materi Teori dan Praktek serta Pendampingan sampai Biogas dapat
dipergunakan sebagai bahan bakar alternatif masyarakat pedesaan di
Lokasi sasaran Daerah Tertinggal Kabupaten Situbondo dan Kabupaten
Sampang.

Program Kementerian Pembangunan Daerah Tertingal Republik Indonesia Tahun 2009 3
VI. Media Pelatihan
Media Pelatihan yang dipakai terdiri dari :

a. Media Teori : Laptop dan LCD

b. Media Praktek :
· Bahan : Kotoran sapi, manusia dan limbah Organik
· Alat : Seperangkat Peralatan Biogas

VII. Waktu
Waktu Pelaksanaan Pelatihan Teknik Pembuatan Biogas menyesuaikan
Pelaksanaan Program.
VIII. Materi Pokok Bahasan
Materi Pokok bahasan terdiri dari :
a. Teori tentang Biogas
b. Teknik Pembuatan Biogas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar